Informasi Lengkap Seputar Wisata Pantai Selatan Jawa Barat

Pamijahan sebagai Destinasi Wisata Riligius di Tasikmalaya Jawabarat

by ani suryani , at 4:17 PM , has 0 komentar
Kota Tasikmalaya merupakan kota yang dijuluki kota santri,Hal ini dikarenakan di kota yang aktif dengan kegiatan wisata religi ini terdapat banyak pondok pesantren yang mengajarkan agama islam kepada muridnya ( Santri) diantar pondok yang sanagt terkenal adalah Pesantren Zainal Mustopa.Selain mendapatkan julukan kota santri Tasikmalaya juga terkenal sebagai tempat wisata religious(sebagai Destinasi wisata Zairah) ke makom para waliyullah diantarnya Sheikh Abdul Muhyi. 

Makam Syeikh Haji Abdul Muhyi
Makam Syeikh Haji Abdul Muhyi
Pamijahan kini terkenal sebagai tempat wisata Zairah yang ada di Tasikmalaya tepatnya di Desa pamijahan Kecamatan Bantarkalong tasikmalaya jawabarat.Kenapa Tempat ini terkenal ? Karena di tempat ini terdapat makam para waliyullah dan terdapat Gua Saparwadi yang conon katanya goa ini tembus sampai ke mekah tanah arab. 

Goa Saparwadi Pamijahan
Mulut Goa Saparwadi Pamijahan

Salah satu makam yang sering di jadikan tempat zairah adalah ke makam Sheikh Haji Abdul Muhyi,Beliau merupakan Penebar agama islam di pulau Jawa bagian barat,hal ini sesuai perintah Gurunya syekh abdurraufsingkil bin abdul jabar. 

Sejarah singkat tentang Shekh Haji Abdul Muhyi Pamijahan Tasik 

Shekh Haji Abdul Muhyi lahir pada tahun 1650 M an atau sekitar tahun 1071 H.lahir di grersik dan dibesarkan disana selama 19 tahun oleh kedua orang tuanya,setelah usia 19 tahun Shekh Haji Abdul Muhy beliau pergi ke kota yang mendapatkan julukan serambi mekah yaitu kota Aceh,disana beliau berguru pada seorang syekh abdurrauf bin abdul jabar selama kurang lebih 8 tahun. 

Karena keuletan Shekh Haji Abdul Muhyi diajak oleh gurunya pergi ke kota Baghdad untuk berzairah kemakam syeikh abdul Qodir Jaelani dan untuk belajar ilmu agama disana bersama gurunya,selam dua tahun beliau diajak untuk melakukan ibadah haji ke mekah.Tiba di Baitullah Shekh Haji Abdul Muhyi dan gurunya melakukan ibadah haji sperti biasanya namun Gurunya Syeikh abdurrauf mendapatkan petujuk/ilham,Diantara santi-santrinya yang ikut haji akan mendapatkan pangkat kewalian,dengan cirri-cirinya diantara santrinya akan ada cahaya yang menyorot langsuk ketubuh santrinya,syeikh aburrauf melihatnya tanda-tanda tersebut ternyata pas ke tubuh Shekh Haji Abdul Muhyi,kemudian beliau disuruh pulang dan disuruh mencari gua di pulau jawa bagian barat dan harus mukim disana. 

Sebelum berangkat mencari gua dengan ciri keberadaan guha tersebut adalah Padi yang ditanam hasilnya harus tidak lebih dan tidak kurang, hanya mendapat sebanyak benih yang ditanam , Shekh Haji Abdul Muhyi pulang dulu ke gersik untuk meminta ijin kepada kedua orang tuanya,dan sebelumberangkat beluai di nikahkan dulu dengan seorang putrid yang cantik keturunan Dalem (Putri Ayu Bakta binti Sembah Dalem Sacaparana putra dalem Sawidak ataru raden Tumanggung wiradadaha III. 

Setelah melakukan resepsi pernikahannya Shekh Haji Abdul Muhyi dan istrinya berangkat ke barat sampai ke daerah Darma kuningan,karena ke ilmuannya beliau maka masyarakat setempat memintanya untuk memukim di sana, Shekh Haji Abdul Muhyi pun mukim di darma Kuningan selama 7 tahun. 

Perjalanan Syeikh Abdul muhyi mencari Gua yang di perintahkan Gurunya 

Selama 8 tahun beliau membina masyarakat di Kampung Darma kuningan akhirnya beliau berpamitan ke penduduk untuk melanjutkan perjalanan mencari Gua, Shekh Haji Abdul Muhyi bersama istrinya berangkat kearah barat samapai ke daerah pamengpek Garut beliau bermukim disana salama 1 tahun sambil menanan padi namun akhirnya belum menemukan gua tersebut akhirnya Shekh Haji Abdul Muhyi memutuskan untuk pergi lagi ke Batu wangi namun hasil akhirnya masih nihil sampai beliau pergi lagi menuju ke daerah Lebak siuh. 

Di lebak siuh beliau bermukim,beliau sering melangkahkan kakinya untuk mencari gua perintah gurunya akhirnya Shekh Haji Abdul Muhyi sampai ke atas gunung Kampung Cilumbu,disana beliau mencoba menanan padi yang di perintahkan gurunya,bila waktu pagi beliau pergi ke lembah tempat menanm padi dan bila sudah sore Shekh Haji Abdul Muhyi pulang ke leubak siuh,di tempat lembah tersebut Shekh Haji Abdul Muhyi sering melakukan taqarob mendekatkan dirinya ke pada Allah yang membuat hatinya pun terasa tenang,beliaupun memberikan nama gunung tersebut dengan sebutan gunung Mujarod artinay gunung penenang hati,berjalan dengan waktu tiba saatnya padi pun sudah menguning saatnya di panen,saat di panen mulailah terpancar di wajahnya sinar ke Waliannya,dengan kekuasaan Allah,Padi yang di panennya tidak lebih dan tidak kurang artinya sama dengan yang di tanam. 
Goa Saparwadi Pamijahan
Mulut Goa Saparwadi Pamijahan

Goa Saparwadi Pamijahan
Dalam Goa Saparwadi Pamijahan
Dengan peristiwa tersebut Shekh Haji Abdul Muhyi yakin bahwa perjuangan untuk mencari gua sudah dekat,Beliau pun berjalan mencarinya kearah timur,barulah terdengar suara airbterjun dan suara burung dari arah lubang,lubang tersebut sama dengan cirri yang telah di sebutkan oleh gurunya,seketika dia pun memuji keagungan allah.akhirnya guanya ketemu.yang diberinama Goa Saparwadi

ani suryani
About
Pamijahan sebagai Destinasi Wisata Riligius di Tasikmalaya Jawabarat - written by ani suryani , published at 4:17 PM, categorized as Pamijahan Tasik . And has 0 komentar
0 komentar Add a comment
Bck
Cancel Reply
Copyright ©2013 Wisata Pantai Selatan by
Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger